Diluncurkan oleh NASA pada 5 September 1977, wahana antariksa nirawak Voyager 1 memanfaatkan konfigurasi langka penyelarasan planet-planet luar yang hanya terjadi sekali setiap 175 tahun. Menggunakan bantuan gravitasi (*gravity assist*), wahana ini melakukan manuver terbang lintas (*flyby*) bersejarah di Jupiter pada tahun 1979 dan Saturnus pada tahun 1980.
Setelah mengungkap aktivitas vulkanisme aktif di bulan Io milik Jupiter serta atmosfer nitrogen tebal di Titan milik Saturnus, Voyager 1 mengarahkan lintasannya tajam ke utara keluar dari bidang ekliptika Tata Surya, memulai perjalanan soliter menuju wilayah kosmos yang belum pernah dijelajahi manusia.
Pada bulan Agustus 2012, Voyager 1 mencatatkan sejarah monumental dengan melintasi **heliopause**—perbatasan terluar di mana angin matahari berenergi tinggi dari Matahari terdesak oleh medium antarbintang. Peristiwa ini menjadikannya objek buatan manusia pertama yang resmi memasuki ruang antarbintang (*interstellar space*).
Saat ini, Voyager 1 terus melesat menembus medium antarbintang dengan kecepatan fantastis sekitar 17 km/detik (lebih dari 61.000 km/jam) pada jarak lebih dari 24 miliar kilometer (sekitar 163 Satuan Astronomi, AU) dari Bumi. Voyager 1 tetap menjadi objek buatan manusia terjauh dalam sejarah peradaban kita, memperluas rekor tersebut setiap detiknya.
Bahkan sinyal gelombang elektromagnetik yang merambat secepat kecepatan cahaya (sekitar 300.000 km/detik) memerlukan waktu sekitar 22 jam 30 menit hanya untuk menempuh perjalanan satu arah dari Bumi ke Voyager 1. Waktu bolak-balik (round-trip) untuk pengiriman perintah dan penerimaan respons mencapai sekitar 45 jam.
Di kedalaman ruang angkasa yang membeku di mana sinar matahari hampir mustahil ditangkap, panel surya konvensional sama sekali tidak dapat berfungsi. Voyager 1 mengandalkan **Radioisotope Thermoelectric Generators (RTG)**, yang mengubah panas dari peluruhan alami Plutonium-238 menjadi energi listrik melalui termokopel.
Meskipun output daya listriknya berkurang sekitar 4 watt setiap tahun, para insinyur NASA di Jet Propulsion Laboratory (JPL) dengan cermat mematikan pemanas dan instrumen ilmiah yang tidak kritis secara bertahap, demi mempertahankan sistem komputer inti serta sensor plasma dan medan magnet antarbintang tetap menyala.
Pemancar radio antena pengarah tinggi (*high-gain antenna*) milik Voyager 1 beroperasi hanya dengan daya sekitar 20 watt—sebanding dengan daya bohlam lemari es kecil. Menangkap sinyal yang luar biasa lemah ini melintasi jarak miliaran kilometer membutuhkan fasilitas raksasa **Deep Space Network (DSN)** milik NASA yang tersebar di Goldstone (California), Madrid (Spanyol), dan Canberra (Australia).
Dengan piringan antena parabola raksasa berdiameter 70 meter dan penerima kriogenik berderau sangat rendah (*cryogenic low-noise receivers*), DSN terus memantau dan mendekode data ilmiah mengenai batas medan magnet antarbintang dan badai sinar kosmik yang ditransmisikan wahana legendaris ini.
Terpasang kokoh pada badan wahana Voyager 1 adalah piringan fonograf tembaga berlapis emas yang terkenal di dunia: **The Golden Record**. Dikuratori oleh komite sains yang diketuai oleh astronom Carl Sagan, piringan ini membawa rekaman suara-suara alam Bumi (suara angin, guntur, deburan ombak, dan suara binatang), salam perdamaian dalam 55 bahasa manusia—termasuk bahasa Indonesia: "Selamat malam hadirin sekalian, selamat berpisah dan sampai bertemu lagi di lain waktu"—serta karya musik agung dunia dan 115 citra visual analog peradaban manusia.
Jauh setelah daya nuklirnya habis dan transmisi radionya hening selamanya, Voyager 1 akan terus mengarungi galaksi Bima Sakti selama ratusan juta tahun sebagai kapsul waktu abadi bagi peradaban luar bumi yang mungkin menemukannya.
Di SatViewer3D, Anda dapat memvisualisasikan orbit satelit Bumi rendah sekaligus melacak misi antariksa jauh seperti Voyager 1, Artemis Orion, dan Teleskop Luar Angkasa James Webb (JWST) dalam koordinat 3D yang akurat secara ilmiah.
Jelajahi lintasan hiperbolik luar biasa yang membentang ke kegelapan kosmos dan rasakan skala sebenarnya dari Tata Surya langsung di peramban web Anda tanpa perlu instalasi aplikasi tambahan.
Pilih "Voyager 1" pada panel misi luar angkasa di sebelah kiri untuk melihat garis lintasan sejauh 24 miliar kilometer dengan kontrol kamera bebas 360 derajat.
🚀 Buka Simulator 3D (Gratis)